“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia
termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Daud).
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Apa kabar ya ukhti wa akhi fillah,
semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan,
keselamatan serta pelindungannya pada kita semua. semoga kamu tetap beriman,
istiqomah bersama islam, dan tentu saja mendapat perlindungan Allah ta'ala. semuga seluruh kaum muslimin juga begitu ya
sobat. Aamiin, Aamiin Allahumma Aamiin.
Sobat muda, tak terasa bulan februari sudah di depan mata, dan apakah sobat tau rata-rata dari setiap remaja di indonesia bahkan diseluruh penjuru dunia menjadikan bulan februari sebagai bulan yang istimewa. istimewa??? apa istimewanya??? hayoo apa, coba dijawab donk. jangan apa-apa aja. hehe... ^_^
bagi mereka, tentu aja ada yang istimewa dan berbeda dibulan februari. yupps... bener banget sob. Valentine.
Valentin Day.
Valentine Day???
iya bener Valentin Day.
Ada apa sebenernya dengan Valentin Day???
sobat muda, mencermati kondisi ummat Islam yang secara eksternal mendapatkan serangan dan permusuhan dari musuh-musuhnya dan secara internal teramat rapuh dengan jauhnya mereka dari cahaya risalah kenabian.
Banyak remaja muslim tidak mengetahui bagaimanakah
sejarah hari valentine. Karena ketidaktahuan dan cuma asal ikut-ikutan trend doang,
juga supaya dapat dikatakan gaul, akhirnya mereka pun merayakannya. Di antara
mereka saling memberi kado, lebih-lebih pada orang yang dikasihi. terutama pacar. Maka
lihat saja coklat dan berbagai souvenir berwar pink memenuhi setiap tempat pusat perbelanjaan dan laris manis di hari tersebut. trus bagaimanakah
sebenarnya sejarah hari tersebut ya sob? karena miris sekali rasanya melihat kondisi ummat muslim saat ini terutama remaja. mereka yang masih labil dan sangat mudah terpengaruh dengan budaya-budaya barat akhirnya terbawa arus yang kemudian ikut-ikut merayakan Valentine. duuh.. kasihan banget ya.
maka dari itu sob, disini ana ingin berbagi asal muasal atau sejarah singkat Valentine Day.
yukk, selamat membaca ya sobat..., ^_^
Asal Muasal Hari Valentine
Sobat muslim muda, sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan
dengan asal-muasal Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang
mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa
Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan
Lupercalia.
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa
Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta
(queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama
gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis
yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk
senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta
perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum
muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut
karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara
di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara
ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama
gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar
Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul:
Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus
Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja
dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang
kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St.
Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang
di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian
tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan
kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber
mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II
memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan
Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi.
Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya
di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II
menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan
daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah,
namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga
iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book
Encyclopedia, 1998).
Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum
Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena
memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang
diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber
pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/
dan lain-lain)
Dari penjelasan di atas dapat kita tarik
beberapa kesimpulan nih sob:
- Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.
- Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.
- Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
- Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.
Sobat muda yang dirahmati Allah, Sungguh ironis memang kondisi remaja saat ini.
Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. tapi kenyataan yang kita lihat seolah-olah
mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine
yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme.
So, Sudah sepatutnya kaum
muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah
jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan
bermula dari ritual paganisme. Bahkan secara tegas Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam katakan, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia
termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Daud). Dalil ini sudah
cukup sebagai alasan terlarangnya merayakan hari valentine, apa pun bentuk
perayaannya.
Wallahu waliyyut taufiq.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar