Bismillahirrahmanirrahim
Saudara, saudariku yang dirahmati Allah, kita bersua kembali dalam tema yang berbeda, saat menuliskan ini, sabtu 18 Januari ana belum menikah, belum memiliki pendamping hidup, tetapi alhamdulillah sudah memiliki calon pendamping yang insha Allah terbaik menurut Allah. Mohon doanya agar semua diberi kelancaran dan kemudahan menuju ikatan suci pernikahan.
tapi apakah kau tau sahabat, ditengah hiruk pikuk kehidupan, ada orang-orang
yang di tengah keramaian, justru merasakan kesepian. Mereka adalah orang-orang
yang siang dan malamnya tercipta atas harapan-harapan kehangatan sanubari,yang
tak kunjung terisi. Mereka yang dalam setiap sujud dan doa, menengadahkan tangan,
dengan hati tertunduk malu, berbisik pada Illahi Rabbi,
“Ya Rabb.. sesungguhnya
Engkau Maha Tahu, betapa besar rasa rinduku, atas sosok pendamping
pilihan-Mu..”
Mereka adalah orang-orang yang sangat
pandai menyembunyikan betapa besar rasa ingin menikahnya, dalam ketaatan yang
luar biasa. Meski kerinduan akan pendamping hidup semakin besar, mereka tak
sibuk mencari-cari, melainkan sibuk tingkatkan kualitas diri, dan senantiasa
mendekat pada Illahi Rabbi. Terkadang sesak di dada menyeruak sebab keinginan
hati yang semakin mendalam. Dan bisa bertambah dahsyat saat tak sengaja
memperhatikan kemesraan pasangan yang sudah halal. Betapa indah rengkuhan
lengan suami, betapa manis godaan bercanda sang istri, dan betapa syahdu jari
jemari yang saling bertaut satu sama lain dalam balutan cinta halal yang
menggugurkan dosa. Subhanallah, bulir-bulir airmatabisa mengalir sebab
kerinduan yang luar biasa.
Bukan sebab tak berusaha, tapi memang
hanya belum dipertemukan oleh-Nya. Jalan ikhtiar ditempuh sesuai dengan
ridho-Nya, tapi ada saja hambatan yang menerjang kelancaran proses menuju hari
bahagia yang dinantikan. Subhanallah, Allah sedang mempersiapkan kisah
mengejutkan di depan sana. Kisah yang sangat indah dan sudah pasti terbaik.
Allah adalah sutradara terhebat. Tak satupun mampu menebak alur kehidupan
manusia yang sedang dirancang-Nya. Dan alur kehidupan yang Dia berikan untuk
hamba-Nya, sudah pasti sesuai dengan kebutuhanhamba-Nya, indah dan terbaik.
Siapa yang bisa meragukan skenario Allah?
Ya, manusiawi.. resah hati mungkin akan terus menyelimuti. Apalagi bagi yang sudah paham bahwa menikah adalah ibadah yang patut disegerakan, bagi yang sudah siap. Tapi sungguh, bersyukurlah akan nikmat penantian itu, sebab tak semua orang dianugerahi rasa kerinduan akan pasangan hidup. Masih banyak orang diluar sana yang dirinya disibukkan untuk mengejar karir, harta, atau popularitas, hingga tiba suatu masa mereka baru menyadari sudah terlampau jauh langkahnya, sedangkan usia telah menuai senja. Tak ada teman berbagi menjelang hari tua, menggapai kebarakahan hidup bersama. Maka bersyukurlah yang sudahdiizinkan Allah merasakan kerinduan akan pasangan, bukan sekedar sebagaipengejawantahan syahwat, melainkan karena ingin bersegera memuliakan diri.
Ya, manusiawi.. resah hati mungkin akan terus menyelimuti. Apalagi bagi yang sudah paham bahwa menikah adalah ibadah yang patut disegerakan, bagi yang sudah siap. Tapi sungguh, bersyukurlah akan nikmat penantian itu, sebab tak semua orang dianugerahi rasa kerinduan akan pasangan hidup. Masih banyak orang diluar sana yang dirinya disibukkan untuk mengejar karir, harta, atau popularitas, hingga tiba suatu masa mereka baru menyadari sudah terlampau jauh langkahnya, sedangkan usia telah menuai senja. Tak ada teman berbagi menjelang hari tua, menggapai kebarakahan hidup bersama. Maka bersyukurlah yang sudahdiizinkan Allah merasakan kerinduan akan pasangan, bukan sekedar sebagaipengejawantahan syahwat, melainkan karena ingin bersegera memuliakan diri.
Rasa ingin bersegera memperoleh
pendamping pada masa-masa sendiri ini, bisa jadi Allah berikan sebagai ujian.
Sejauh mana kita mampu untuk tetap mempertahankan kecintaan kita pada-Nya meski
kita sedang melakukan pencarian cinta manusia. Sekuat apa kita bertahan dalam
ikhtiar melalui jalan yang diridhoi-Nya saat Allah coba jatuhkan berulang kali.
Dan yang paling penting,selurus apa niatan kita menikah. Allah persulit bukan
karena tak sayang pada diri yang sudah menanti-nanti, melainkan Ia hanya ingin
persiapkan kita mental yang lebih kuat dan niat yang lebih istiqomah. Berbaik
sangkalah pada-Nya, tak mungkin Allah hadirkan rintangan tanpa maksud. Dan
bukankah sebuah perjuangan terasa lebih indah saat mampu melewati hal yang
sulit. Begitu pun penantian, iamerupakan sebuah perjuangan yang sangat hebat.
Hari demi hari, gunakan untuk mentafakkuri, meluruskan segala niat dalam hati,hanya untuk Allah dan karena Allah. Meski gelisah melanda setiap waktu, tapi beruntung.. sabar dan berserah kepada Allah mampu menenggelamkan ego. Anugerahyang amat patut disyukuri. Tak usah risaukan hasil akhir, sebab itu hak prerogatif Allah. Tugas kita cukup pastikan ikhtiar penantiannya senantiasa lurus sesuai yang Allah ridhoi. Yakin.. Allah Maha Tahu, kapan waktu yang terbaik menurut-Nya untuk saling dipertemukan, dan siapa pasangan yang paling tepat disandingkan dengan kita, menurut-Nya.
“Segala resah, insya Allah menuai berkah, hingga tiba hari yg indah. Berserahlah pada Allah, memohon ridho bagi hamba-hamba-Nya yang menanti dalam taat.”
Hari demi hari, gunakan untuk mentafakkuri, meluruskan segala niat dalam hati,hanya untuk Allah dan karena Allah. Meski gelisah melanda setiap waktu, tapi beruntung.. sabar dan berserah kepada Allah mampu menenggelamkan ego. Anugerahyang amat patut disyukuri. Tak usah risaukan hasil akhir, sebab itu hak prerogatif Allah. Tugas kita cukup pastikan ikhtiar penantiannya senantiasa lurus sesuai yang Allah ridhoi. Yakin.. Allah Maha Tahu, kapan waktu yang terbaik menurut-Nya untuk saling dipertemukan, dan siapa pasangan yang paling tepat disandingkan dengan kita, menurut-Nya.
“Segala resah, insya Allah menuai berkah, hingga tiba hari yg indah. Berserahlah pada Allah, memohon ridho bagi hamba-hamba-Nya yang menanti dalam taat.”
Semoga Hangat silaturahim,
Alfira Khairunnisa





Tidak ada komentar:
Posting Komentar